Tahukah Anda, setiap dekorasi Natal yang Anda pasang di rumahmu ternyata punyai asal usul dan peristiwa panjang pada berabad-abad sebelumnya?
Seluruh dekorasi Natal selanjutnya tersedia yang tercipta sebab kesengajaan, tersedia pula yang hadir sebab ketidaksengajaan.
Jangan hingga ketinggalan informasi, yuk liat bervariasi peristiwa unik terciptanya normalitas natal klasik, selanjutnya ini.
Baca Juga: fastdiplomaticexplcs.com
Pohon natal
Tradisi menempatkan pohon natal di bulan Desember ternyata di awali dari sini.
Melansir dari Better Home plus Garden, masyarakat Inggris sejak abad ke-15 telah menempatkan pohon cemara tanpa dekorasi di perayaan Natal. Namun di abad ke-16, tepatnya di Jerman, barulah pohon selanjutnya dihias dengan aneka macam dekorasi.
Ceritanya di awali dari umat Kristiani yang mempunyai pohon cemara ke di dalam rumah mereka untuk merayakan Natal & menghiasnya dengan lilin yang melambangkan bintang di atas Betlehem.
Di tahun-tahun berikutnya, popularitas pohon Natal meningkat pesat & orang-orang menghiasnya dengan aneka makanan seperti apel, permen, kue jahe, dan aneka manisan lainnya.
Baca Juga: 7 Festival Perayaan Natal di Seluruh Dunia yang Unik dan Meriah
Tinsel
Dekorasi Natal kurang meriah kalau tak tersedia tinsel atau rumbai-rumbai pada pohon natal. Tinsel merupakan dekorasi untaian memanjang yang berasal dari kertas perak, mas, dan timah.
Melansir dari Bobvila, tinsel di jaman selanjutnya memperlihatkan lambang standing seseorang. Pada th. 1610, perak menjadi komoditas punya nilai bagi orang Jerman. Lantas mereka memajang untaian perak yang sesudah itu dikenal dengan nama tinsel.
Tinsel tak hanya memperlihatkan kekayaan seseorang, namun juga memantulkan sinar lilin yang diletakkan di pohon Natal.
Baca Juga: ybcfoto.com
Lampu pohon natal
Lampu pohon natal ternyata tersedia kaitannya dengan peristiwa penemuan lampu pijar oleh Thomas Alfa Edison.
Dirangkum dari Tribunnews dan Bobvila, dikatakan bahwa Thomas Edison menciptakan alur lampu pertamanya di th. 1880 & meletakkannya di sekitaran kantor.
Di th. 1882, rekan Edison, yakni Edward H. Johnson sesudah itu merangkai 80 bohlam berwarna merah, putih, dan biru untuk hiasan pohon natal listrik. Lampu yang dibikin pun berukuran kecil, hanya sebesar biji kenari.
Baca Juga: 6 Lagu Natal Legendaris yang Masih Populer Sampai Sekarang
Gingerbread House
Asal usul normalitas Natal klasik, yakni kue jahe berwujud rumah, ternyata telah tersedia sejak abad ke-16 di Jerman.
Kisah dongeng Hansel & Gretel lah yang mempopulerkan kue jahe ini di awal th. 1800-an hingga waktu ini.
Baca Juga: 6 Ide Kegiatan Untuk Mengisi Liburan Natal Hingga Tahun Baru
Dekorasi Natal bernuansa merah & hijau
Merah & hijau telah terlampau lama menjadi lambang warna Natal.
Asal usulnya 2 warna Natal ini diyakini berlangsung pada zaman Romawi kuno. Dahulu waktu di bulan Desember, rumah-rumah dihiasi tanaman hijau yang berbuah beri merah.
Baca Juga: 5 Tips Menghias Pohon Natal Menurut Feng Shui, Menarik Energi Positif
Ada juga kepercayaan dari bangsa Celtic kuno yang mempercayai bahwa merah & hijau merupakan lambang kemakmuran di sedang musim dingin.
Sementara itu di zaman Victoria, warna merah dan hijau dipakai sebagai dekorasi Natal.
Kemudian pada abad ke-20, Coca Cola memanfaatkan ke-2 warna ini di dalam iklan Natal mereka, supaya hingga kini ke-2 merah dan hijau dikenal sebagai warna khas Natal.
Itulah asal usul terciptanya aneka normalitas Natal klasik yang wajib Anda ketahui.